Pertemuan Evaluasi PPIA Terintegrasi 2016

Pertemuan dengan maksud memperkuat manajemen program antara KIA dan P2M dalam mencapai outcome pencegahan penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak; dilaksanakan di Best Western Premier The Hive Jakarta, 30 Agustus s/d 2 September 2016.

Foto bersama Kasie Wabah dan Kasie Ibu Dinkes Prov Sulut dengan Kasubdit Maternal Neonatal Dit Kesga

Peningkatan Kapasitas Petugas Konselor Deteksi Dini Hepatitis Prov Sulut Tahun 2016

Sebagai pembunuh nomor 7 di dunia dengan menyumbang satu juta kematian setiap tahunnya, Hepatitis B harus diwaspadai. Terutama kecenderungan Hepatitis B yang 100 kali lebih infeksius dibandingkan HIV.

Hepatitis B kronis dapat berkembang menjadi sirosis hari dan kanker hati. Lebih dari 90% bayi yang terinfeksi Hepatitis B akan berkembang menjadi kronis. Oleh karenanya, program Hepatitis saat ini adalah melakukan deteksi dini Hepatitis B pada kelompok berisiko, termasuk didalamnya ibu hamil. 

Dalam tatalaksana deteksi dini Hepatitis B, diperlukan konseling terhadap klien yang akan diperiksa status hepatitisnya. Oleh karena itu, diperlukan konselor-konselor deteksi dini Hepatitis B, yang diharapkan dapat dilatih melalui Pertemuan Peningkatan Kapasitas Petugas Konselor Deteksi Dini Hepatitis. Pertemuan ini dilaksanakan di Hotel Travello Manado tanggal 26-28 Mei 2016. 

Peningkatan Kapasitas Deteksi Dini Hepatitis

Hepatitis (peradangan hati) merupakan penyakit menular dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Salah satu penyebab hepatitis adalah karena infeksi virus hepatitis. Menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi Hepatitis  di Provinsi Sulawesi Utara mencapai  1,9%, urutan ke-7 di Indonesia.

Salah satu upaya pencegahan dan pengendalian Hepatitis adalah dengan program skrining Hepatitis B pada kelompok berisiko, termasuk ibu hamil dan tenaga kesehatan.

Continue reading “Peningkatan Kapasitas Deteksi Dini Hepatitis”