Peningkatan Kapasitas Petugas Konselor Deteksi Dini Hepatitis Prov Sulut Tahun 2016

Sebagai pembunuh nomor 7 di dunia dengan menyumbang satu juta kematian setiap tahunnya, Hepatitis B harus diwaspadai. Terutama kecenderungan Hepatitis B yang 100 kali lebih infeksius dibandingkan HIV.

Hepatitis B kronis dapat berkembang menjadi sirosis hari dan kanker hati. Lebih dari 90% bayi yang terinfeksi Hepatitis B akan berkembang menjadi kronis. Oleh karenanya, program Hepatitis saat ini adalah melakukan deteksi dini Hepatitis B pada kelompok berisiko, termasuk didalamnya ibu hamil. 

Dalam tatalaksana deteksi dini Hepatitis B, diperlukan konseling terhadap klien yang akan diperiksa status hepatitisnya. Oleh karena itu, diperlukan konselor-konselor deteksi dini Hepatitis B, yang diharapkan dapat dilatih melalui Pertemuan Peningkatan Kapasitas Petugas Konselor Deteksi Dini Hepatitis. Pertemuan ini dilaksanakan di Hotel Travello Manado tanggal 26-28 Mei 2016. 

Advertisements

Peningkatan Kapasitas Tenaga Pengelola DBD Puskesmas

Demam Berdarah Dengue (DBD) termasuk penyakit menular yang dapat menimbulkan wabah, dan Provinsi Sulawesi Utara merupakan daerah endemis DBD. Pada tahun 2015 tercatat ada sebanyak 1529 kasus DBD dengan 21 kematian; dan pada tahun 2016 ini, dari data yang masuk sampai tanggal 24 Mei 2016, telah tercatat sebanyak 950 kasus dengan 12 kematian.

Beberapa kendala yang dihadapi adalah peran pemerintah yang masih sangat dominan dibanding dengan partisipasi masyarakat. Padahal dalam pencegahan dan pengendalian DBD, keterlibatan masyarakat terutama dalam pengendalian vektor merupakan hal yang mutlak diperlukan. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) merupakan langkah paling efektif dalam memutus rantai penularan DBD.

Oleh karenanya, dipandang perlu untuk melaksanakan capacity building bagi tenaga pengelola DBD yang ada di Puskesmas melalui Pertemuan Peningkatan Kapasitas Tenaga Pengelola DBD Puskesmas yang dilaksanakan di Hotel Sahid Kawanua Manado sejak tanggal 24 Mei 2016.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara dr Jemmy Lampus, M.Kes, mengharapkan, bahwa seusai pertemuan ini, para peserta mampu dalam melakukan tatalaksana klinis DBD di Puskesmas masing-masing, menerapkan surveilans kasus dan epidemiologis, dan mendorong peran serta masyarakat sekitar dalam pengendalian vektor DBD melalui PSN 3M plus dan program 1 Rumah 1 Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, tapi yang paling penting adalah PSN 3M plus, sehingga jentik-jentik yang adalah cikal bakal ratusan nyamuk penular DBD bisa ditumpas, sehingga tidak ada lagi kasus penularan baru di masyarakat.

Dibuka dengan resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara dr Jemmy Lampus, M.Kes, didampingi oleh Kepala Bidang PMK dr Hendrik Tairas, Kepala Seksi Wabah dr Arthur Tooy, dan Kepala Seksi Surveilans Merry Pasorong, SKM, M.Kes

Semua ini dengan harapan dapat menekan angka morbiditas dan mortalitas DBD di masyarakat Sulawesi Utara.

Pemaparan dari Kepala Seksi Wabah
Pemaparan Kepala Seksi Wabah
Kepala Seksi Surveilans Merry Pasorong, SKM , M.Kes terkait Pentingnya Surveilans DBD
dr . Yance Salangka terkait Jumantik dan Pengendalian Vektor
 

Pertemuan Pelayanan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular

Penyakit menular masih menjadi ancaman besar masalah kesehatan di Provinsi Sulawesi Utara. Penyakit-penyakit seperti Tuberkulosis, Kusta, dan Rabies, masih menjadi penyakit dengan tingkat kesakitan tinggi di Sulawesi Utara. Tahun 2015 tercatat case notification rate Tuberkulosis sebesar 234/100.000, prevalensi rate penyakit kusta sebesar 1.8 /10.000, dan sebanyak 28 kasus kematian karena Rabies. Penyakit-penyakit ini sangat meresahkan masyarakat, karena selain bisa mengakibatkan kematian, tetapi juga menimbulkan stigma di masyarakat. Disamping itu, penyakit seperti AIDS dan Kaki Gajah mulai mengancam.

Continue reading “Pertemuan Pelayanan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular”